Ujung Kulon Ecotourism, Ujung Kulon Tour, Adventure Ujung Kulon Tourism,  Ujung Kulon Adventure, Peucang Island Tour, Krakatau tour, Ujung Kulon Trekking,  Krakatoa Tour

  

 

 

Home | Who we are | The Land | Plant Life | Wildlife | Marine Life | Attraction | The Maps | Reference | Links Site | Term Of Us | Contact Us


UJUNG KULON PACKAGES

  Ujung Kulon Adventure A

  Ujung Kulon Adventure B

  Ujung Kulon Adventure C

  Ujung Kulon Expedition Tour A

  Ujung Kulon Expedition Tour B

  Ujung Kulon Trekking

  Peucang Island Tour 

  Krakatau Volcano Day Tour

  Krakatau Overnight Tour

INFORMATION

  Ujung Kulon Accommodation

  Photo Gallery

  Boat Facility

  Transportation

  In The Jungle

  In The Water

  Javan Rhino

  Ecotour Guideline

Contact us for futher Information
Call or SMS 24 hrs :
 +628521-644-8250 - +628787-1155-771

info@ujungkulonecotourism.com

  

SERVICE

  Tourism Information

  Packages Tour

  Boat Facility

  Transportation

  Accommodation

 

Ujung Kulon Wildlife

 

BADAK JAWA ( Rhinoceros sondaicus Desmarest, 1822)

    Menurut Legakul dan McNeely (1977) menyatakan bahwa secara taksonomi Badak Jawa dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

    Kingdom : Animalia

    Phylum : Chordata

    Sub Phylum : Vertebrata

    Super Kelas : Gnatostomata

    Kelas : Mammalia

    Super Ordo : Mesaxonia

    Ordo : Perissodactyla

    Super Famili : Rhinocerptidea

    Famili : Rhinoceratidea

    Genus : Rhinoceros Linnaeus, 1758

    Spesies : Rhinoceros sondaicus Desmarest, 1822

    Badak Jawa termasuk ke dalam golongan binatangcigenter river berkuku ganjil atau Perrisdactyla, mempunyai kulit tebal berlipat-lipat seperti perisai dari bahan tanduk sehingga satwa ini kelihatan seperti bongkah batu yang besar dan tubuhnya lebih besar dari Badak Sumatera ( Dicerorhinus sumetrensis ). Cula Badak Jawa jantan biasanya lebih besar dari betinanya, dimana cula Badak Jawa betina hanya berupa tonjolan di atas kepalanya (Veevers dan Carter, 1978; Prawirosudirjo, 1975). Tinggi rata-rata Badak Jawa antara 140-175 cm. Sedangkan panjang badannya 300 315 cm dan adapula yang pernah ditemukan dengan panjang mencapai 392 cm. Tebal kulitnya 25 30 mm, lebar kaki rata-rata 27-28 cm dan beratnya sekitar 2300 Kg. Panjang cula diukur mengikuti lengkungnya bisa mencapai 48 cm (Hoogerwerf, 1970). Penglihatan Badak jawa tidaklah tajam, tapi pendengarannnya maupun penciumannya sangat tajam. Badak dapat mengetahui adanya bahaya atau musuh yangkan datang walaupun sesungguhnya bahaya atau musuh itu masih terpaut jarak jauh dengan badak tersebut (Hoogerwerf, 1970; Prawirosudirjo, 1975). Kadang-kadang badak sanggup untuk menempuh jarak 15 20 km dalam sehari, tetapi sebaliknya sering berada beberapa hari dalam daerah yang tidak lebih dari 0,5 km 2 (Hoogerwerf, 1970).

FaunaTaman Nasional Ujung Kulon

    BANTENG ( Bos javanicus )    Menurut Legakul dan McNeely (1977) menyatakan bahwa secara taksonomi banteng dapat diklasifikasikan sebagai berikut:    Kingdom : Animalia

    Phylum : Chordata

    Sub Phylum : Vertebrata

    Kelas : Mammalia

    Super Ordo : Eutheria

    Ordo : Artiodactyla

    Famili : Bovidae

    Genus : Bos

    Spesies : Bos javanicus

    Banteng memiliki tubuh yang tegap, besar dan kuat komodo lizarddengan komodo lizardbahu bagian depannya lebih tinggi daripada bagian belakang tubuhnya. Di kepalanya terdapat sepasang tanduk. Pada banteng jantan tanduknya berwarna hitam mengkilap, runcing dan melengkung ke arah medio anterior, sedangkan pada banteng betina bentuk tanduknya lebih kecil. Pada bagioan dadanya terdapat gelambir yang dimulai dari pangkal kaki sampai leher tetap tidak mencapai daerah kerongkongan (Hoogerwerf, 1970). Menurut Hoogerwerf (1970) banteng memiliki penciuman dan pendengaran yang sangat tajam dibandingkan dengan penglihatannya. Legakul dan McNeely (1977) menyatakan bahwa penglihatan banteng tidak begitu tajam sehingga kemampuan utamanya untuk membedakan musuh-musuhnya tergantung pada kemampuan penciuman dan pendengarannya. Oleh karena itu arah angin sangat penting bagi banteng utnuk mempelajari kondisi lingkungannya. Warna tubuh banteng bervariasi dan dapat dipakai untuk membedakan jenis kelaminnya (Legakul dan McNeely ,1977). Banteng jantan mempunyai warna tubuh hitam, semakin tua umurnya semakin hitam warna tubuhnya. Banteng betina memiliki warna tubuh coklat kemerah-merahan, semakin tua umurnya maka warna tubuhnya akan semakin gelap (coklat tua). Pada anak banteng baik yang jantan maupun betina memiliki warna tubuh sama yaitu berwarna coklat sehingga sulit dibedakan jenis kelaminnya. Namun warna tubuh anak banteng baik jantan maupun betina lebih terang warna tubuhnya dibanding tubuh banteng betina dewasa. Hoogerwerf (1970) menyatakan pula bahwa tubuh banteng bervariasi menurut lokasinya. Banteng yang berada di daerah Jawa Barat umumnya berwarna lebih hitam dibanding banteng yang berada di daerah Jawa Timur yang berwarna lebih coklat. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kondisi habitat dan iklim.

FaunaTaman Nasional Ujung Kulon

    OWA JAWA (Hylobates moloch)
Owa
javan gibbonJawa javan gibbon merupakan salah satu primata di Ujung Kulon yang mempunyai habitat di kawasan Gunung Honje. Mempunyai ekor pendek, bulu halus berwarna abu-abu dan wajah hitam yang menyebabkan primata ini dinamai owa. Owa merupakan satwa monogamy sekali kawin dalam hidupnya, dan hidup dalam kelompok keluarga kecil yang terdiri dari seekor jantan, seekor betina dengan satu atau lebih anak.satwa dewasa muda meninggalkan kelompoknya untuk selanjutnya menjelajahi hutan untuk mencari pasangan hidup dan daerah kekuasaan yang baru.

    MACAN TUTUL ( Panthera pardus ).
    Mempunyai warna dasar bulu coklat muda kekuning-kuningan dengan tutul hitam kecoklatan pada seluruh tubuhnya yang terlihat amat jelas. Tutul-tutul umumnya mengelompok berupa bercak yang tersusun merupakan kembangan. Panjang tubuhnya dapat mencapai 130 cm.

    KANCIL (Tragulus javanicus)
    Kancil mempunyai badan hanya sekitar 20-25 cm dengan kulit berwarna cokelat kemerah-merahan serta tubuh bagian bawah berwarna putih, kancil jantan tidak mempunyai tanduk tetapi mempunyai gigi taring yang yang memanjang keluar dari mulutnya.habitat kancil berada di dalam hutan dan mereka sangat jarang berkeliaran di kawasan pantai dan semak belukar.

    RUSA (Cervus timorensis)
    Rusa berukuran tubuh sedang, panjang tubuh jantan seluruhnya hampir 2 meter,
komodo lizard sedangkan untuk rusa betina lebih pendek dari yang jantan (1,7m) (Bemmel,1949). Rusa jantan tua kelabu dan lebih gelap. Dibagian dalam telinga terdapat bagian yang putih tidak jelas tapi akan jelas pada rusa yang masih muda. Tanduk pada rusa jantan mulai tumbuh saat berumur 15-17 bulan.Pertumbuhan tanduk akan terhenti pada umur 15 tahun. Rusa menyukai tempat-tempat terbuka sepertipadang rumput.Sebagai tempat berlindung, rusa sering menggunakan hutan atau daerah penuh semak belukar.

     FaunaTaman Nasional Ujung Kulon

    JELARANG (Ratufa bicolor )
    Jeralang mempunyai warna bulu hitam mengkilap, merah, kuning (krem) dan coklat muda kekuning-kuningan, dengan habitat yang paling disukai adalah ruang diantara pohon-pohon yang tinggi. Dalam keadaan bahaya jeralang akan mengeluarkan suara menderak yang keras disertai gerakan menyentak dengan ekor yang panjang.

    LUTUNG (Tracypithecas auratus )
    Lutung berwarna coklat kehitaman dan mengkilap, memiliki tubuh ramping dan berekor panjang, Kelompok lutung tidak seperti kelompok kera, lutuk terdapat dalam kelompok yang lebih kecil hanya terdiri dari seekor jantan dewasa, beberapa betina dan anak mereka.

    KERA EKOR PANJANG (Macaca fascicularis)
    Kera dewasa mempunyai warna rambut cokelat kekuningan sedangkan kera yang kecil berwarna hitam. Dalam kehidupan sosialnya kera membentuk kelompok dan diantara kelompok tersebut mempunyai daerah jelajah (home range) sendiri-sendiri.

    MUSANG ( Paradoxurus hermaphoditus )
    Musang hidup di atas-atas pohon, tidur pada malam hari dalam liang pohon atau pada percabangan yang lebat seperti pada aren dan langkap. Bulu badannya tebal, berwarna kelabu kecoklatan. Pipi dan moncong kehitaman dengan bercak putih di bawah mata. Musang merupakan salah satu satwa pemakan buah langkap yang telah masak. Saat ini lebih mudah dijumpai pada saat musim hujan. FaunaTaman Nasional Ujung Kulon

    BURUNG WILI-WILI (Esacus magnirostris )
    Burung wili-wili merupakan jenis burung pantai terbesar yang biasa dijumpai berpasang-pasangan di daerah berpasir dan berkarang. Buruh ini mempunyai paruh yang besar, mata berwarn akuning cerah serta kepala dan sayap hitam pekat bergaris-garis putih. Karakteristik yang lain adalah selalu bergerak kebawah dan mengeluarkan suara kicauan yang sedih.

    BURUNG DARA LAUT (Anous stolidos )
    Burung ini mempunyai tengkuk hitam berukuran sedang dengan warna tubuh putih bergaris hitam dari mata sampai leher, berekor panjang membentuk garpu dengan sayap berbentuk sabit, dan menjadikan burung yang cantik ini dapat terbang dengan gesit dan tenang.

    BURUNG CEKAKAK (Halcyon chloris)
    Burung Cekakak mempunyai warna-arna ynag indah dengan paruh berwarna merah, leher cokelat, perut dan punggung berwrna jingga, sayap hitam bercampur biru cerah dan mengeluarkan suara kicauan yang jelas.

FaunaTaman Nasional Ujung Kulon

    BURUNG KUCICA HUTAN (Copsychus saularis )

    Burung ini berekor panjang, berwarna hitam dengan bagian bawah tubuhnya berwarna kemerahan, punggung putih dan suatu garis putih disepanjang bulu ekor.

    BURUNG RANGKONG (Buceros rhinoceros)

    Burung rangkong mempunyai kebiasaan hidup berpasang-pasangan dan cara bertelurnya merupakan suatu daya tarik tersendiri. Pada awal masa bertelur burung jantan membuat lubang yang terletak tinggi pada batang pohon untuk tempat bersarang dan bertelurnya burung betina.kemudian burung jantan memberi makan burung betinanya melalui sebuah lubang kecil selama masa inkubasi, dan berlanjut sampai anak mereka tumbuh menjadi burung muda.

Spesies ini mempunyai ciri-ciri utama yaitu bulu tubuhnya berwarna hitam dan putih, perut putih, ekor putih dengan garis lebar hitam melintang, paruh bercula badak, berwarna orange kemerahan dan ukuran tubuhnya sebesar merak betina.

   BURUNG ELANG ULAR/BIDO ( Spilornis cheela )

    Elang berukuran sedang berwarna gelap, bulu badannya berwarna cokelat gelap, mahkota berupa jambul pendek, kulit yang tidak berbulu, diantara mata dan paruh khas berwarna kuning. Pada waktu terbang cirri khasnya adalah ekornya yang putih di tepi belakang. Elang yang belum dewasa mirip dengan dewasa tetapi bulu badannya lebih cokelat dan penutup telinga putih.    Biasanya elang ini hinggap pada dahan-dahan besar di tempat yang teduh di dalam hutan dimana mereka dapat mengawasi tanah dibawahnya. Hidupnya berpasang-pasangan. Makanannya biasanya ular, kadal, katak, dan kadang-kadang mamalia kecil. Sarangnya merupakan tumpukan ranting berlapis daun-daunan di hutan yang rapat. auna Taman Nasional Ujung Kulon

    MERAK ( Pavo muticus )
    Merak biasanya dijumpai dipadang pengembalaan. Jenis satwa ini adalah satu satwa yang khas dan sangat besar dengan jambul yang tegak di kepala. Merak jantan berbulu hijau berkilau pada leher dan dada serta memiliki ekor kipas yang lebih panjang dari merak betina, bulunya mempuyai bola bulat seperti mata.Merak biasanya memakan biji-biji-biji rumput, pucuk,daun, rayap, belalang dan reptile kecil lainnya. Pada malam hari bertengger di pohon-pohon yang tinggi yang jarang daunnya. Yang unik dari satwa ini adalah selalu memberi tanda bahaya bagi seluruh satwa yang ada dipadang pengembalaan dengan suaranya yang keras.

    AYAM HUTAN ( Gallus varius )
    Ayam Hutan mempunyai rupa yang elok, bulunya didominasi oleh warna hijau kebiru-biruan terutama bulu-bulu leher, punggung dan pangkal sayap. Jengger ayam jantan tidak bergerigi. Paruh dan kakinya kekuning-kuningan dan putih pucat kemerahan. Ayam hutan sering bertengger dan berkokok di pagi dan sore hari, terutama jenis jantan, lalu mencari makan dan minum, beristirahat kemudian bersarang.

    PENYU HIJAU ( Chelonia mydas )
    Ukuran panjang tubuhnya maksimal 153 cm, sumber pakan utama adalah lamun (sea grass). Penyu Hijau mendapatkan namanya dari warna lemak tubuhnya, penyebaran di Taman Nasional Ujung Kulon meliputi wilayah pantai selatan Semenanjung Ujung Kulon dengan konsentrasi tertinggi di sekitar pantai Ciramea.   FaunaTaman Nasional Ujung Kulon

    PENYU SISIK ( Eretmochelys imbricate )
    Penyu sisik merupakan salah satu penyu berukuran kecil.Bentuk kepalanya meruncing dan mempunyai dua pasang sisik prefrontal (sisik yang berada di depan mata). Rahang tidak bergerigi, kerapas bertulang tanpa sudut dan memiliki sisik yang bertimpa tindih dan mempunyai 4 sisik lateral.Kerapas berbentuk elips.Lengan depan (flipper) mempunyai dua buah caka. Warna karapas pada umumnya coklat atau kuning, dan tukik yang baru menetas kebanyakan berwarna coklat dengan bertotol coklat mudapada setiap sisiknya. Ukuran dewasa sekitar 2,5 kaki sampai dengan 3 kaki (76-91 cm) pada karapasnya. Berat badan dewasa bias mencapai 40-60 kg.    Paruh penyu sisik yang meruncing memudahkannya untuk mencapai makanannyayang tersembunyi di dalam celah batu dan terumbu karang. Mereka memakan spon, anemone, cumi-cumi dan udang. Habitatnya biasa ditemukan di sekitar terumbu karang pesisir, daerah bebatuan, daerah muara, bakau dan juga daerah goba.Penyu sisik bersarang (bertelur) dengan selingan dua atau tiga tahun.Di setiap musimnya dapat bertelur dua hingga empat kali . Sarang berisi kurang lebih 160 butir telur, dan masa inkubasinya selama 6 hari.   Status internasional terdaftar sebagai hewan sangat langka Critically Endangered (menghadapi ancaman kepunahan yang tinggi di alam bebas untuk waktu yang singkat) berdasarkan IUCN.   FaunaTaman Nasional Ujung Kulon

    BUAYA MUARA ( Crocodylus porosus)
    Buaya muara atau buaya katak adalah sejenis buaya dengan moncong yang cukup lebar dan tidak mempunyai sisik lebar pada tengkuknya. Buaya muara merupakan jenis buaya terbesar yang hidup di dunia ini. PAnjang tubuhnya bias mencapai 12 meter.Termasuk ganas dan dikenal sebagai pemakan manusia. Sebaran sangat luas mulai dariIndia , Srilangka,Asia tenggara, Philipina sampai Australia Utara. Daerah penyebaran di seluruh perairanIndonesia seperti sungai-sungai dan di laut dekat muara. Sesuai dengan namanya, buaya ini hidup di habitat payau di pantai dan dibagian pasang surut dari sungai, selain itu juga di perairan air tawar. Berbiaknya di sungai atau rawa berair tawar. Kemampuan hidup rata-rata lebih dari 65 tahun.Dalam daftar CITES jenis buaya komodo lizardini termasuk Apendix II, tetapi di negara0negara selainAustralia dan Papua Nugini, termasuk dalam Apendix I. Status konservasi : Endangered.

    BIAWAK ( Varanus salvator )
    Satwa ini badannya panjang, mirip seekor kadal, mata kecil, kulit bersisik agak kasar berwarna abu-abu, kulitnya keras, gigi sangat tajam. Lidah bercabang di ujungnya, selalu menjulur-julur mirip ular.Bila berjalan gerakannya lambat, tetapi pada saat berburu mangsa atau mengejar biawak lainnya, ia dapat berlari dengan cepat. Walaupun penglihatannya kurang tajam, tetapi penciumannya sangat tajam.Satwa ini termasuk buas yang menyantap mangsa hidup atau mati. Gigitannya tidak berbisa, namun air liurnya mengandung racun yang sangat mematikan.

 


ujung kulon tour, ujung kulon adventure, ujung kulon ecotourism, ujung kulon, tour,, krakatau, trekking

 

ujung kulon tour, ujung kulon adventure, tour, ujung kulon trekking, peucang island, krakatau

 

Copyright 2008 ujungkulonecotourism.com, All Rights Reserved