Ujung Kulon Ecotourism, Ujung Kulon Tour, Adventure Ujung Kulon Tourism,  Ujung Kulon Adventure, Peucang Island Tour, Krakatau tour, Ujung Kulon Trekking,  Krakatoa Tour

  

 

 

Home | Who we are | The Land | Plant Life | Wildlife | Marine Life | Attraction | The Maps | Reference | Links Site | Term Of Us | Contact Us


UJUNG KULON PACKAGES

  Ujung Kulon Adventure A

  Ujung Kulon Adventure B

  Ujung Kulon Adventure C

  Ujung Kulon Expedition Tour A

  Ujung Kulon Expedition Tour B

  Ujung Kulon Trekking

  Peucang Island Tour 

  Krakatau Volcano Day Tour

  Krakatau Overnight Tour

INFORMATION

  Ujung Kulon Accommodation

  Photo Gallery

  Boat Facility

  Transportation

  In The Jungle

  In The Water

  Javan Rhino

  Ecotour Guideline

Contact us for futher Information
Call or SMS 24 hrs :
 +628521-644-8250 - +628787-1155-771

info@ujungkulonecotourism.com

SERVICE

  Tourism Information

  Packages Tour

  Boat Facility

  Transportation

  Accommodation

 

Javan Rhino

 

Hanya tersisa kurang dari 60 individu badak jawa di dunia dan badak-badak tersebut kini memberikan sedikit rahasia kisah hidup mereka dari dalam rimba, sebagaimana para ahli konservasi telah meluncurkan proyek pertama untuk memasang video kamera melewati titik-titik lintasan badak jawa di Indonesia.

WWF-Indonesia Program Konservasi Badak Jawa dan cigenter riverBalai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) telah menyelesaikan pemasangan 34 unit video kamera ‘jebak’ di 34 blok di sekitar area Ujung Kulon bagian selatan.Pemasangan video kamera ini semakin mengembangkan pengetahuan ilmiah tentang badak jawa, satwa mamalia besar yang paling terancam di dunia yang hanya menyisakan 60 individu di Indonesia dan Vietnam

Sejauh ini video kamera telah merekam individu jantan dan betina badak jawa yang berada di kubangan yang sama, memperlihatkan bahwa kedua individu badak yang berbeda jenis kelamin ini saling berbagi tempat hidup, sebuah fakta yang tidak diketahui sebelumnya oleh para peneliti hingga memperoleh temuan klip tersebut.Tidak hanya itu, rekaman tersebut juga menunjukan perilaku badak selama di kubangan yang tidak pernah disaksikan siapapun sebelumnya karena satwa ini sangat pemalu.

“Kami telah merekam video sembilan individu badak, termasuk induk dan anak, sehingga proyek ini sangat membantu penelitian satwa yang sedang dalam bahaya ini, “ kata Adhi Rachmat Hariyadi, Project Leader Program Konservasi Badak Jawa di TN. Ujung Kulon.

“ Namun kami tetap prihatin karena belum menemukan lagi jejak anak badak yang baru lahir untuk beberapa tahun kebelakang ini dan khawatir populasi saat ini mungkin bergantung pada dua atau tiga betina yang terekam sedang bersama anak badak setiap 4 atau 5 tahun sekali.Dari dua populasi badak Jawa yang tersisa, populasi badak Jawa di TN. Ujung Kulon, Indonesia memiliki kesempatan bertahan hidup yang lebih baik, terbukti hanya populasi tersebut yang menunjukkan perkembangbiakan.Namun populasi yang sehat harus memiliki catatan kelahiran beberapa individu baru setiap tahunnya. Dan belum pernah terbukti adanya tanda-tanda perkembangbiakan badak Jawa di Taman Nasional Cat Tien di Vietnam.

Terdapat sekitar lima puluh individu badak yang diperkirakan hidup di TN. Ujung Kulon. Video kamera jebak telah dipasang di lokasi-lokasi dimana diperkirakan badak akan beraktivitas seperti sekitar daerah kubangan.Dalam satu rekaman video terlihat seekor badak mengambil alih kubangan lumpur babi hutan lalu mengejarnya, merupakan video pertama yang merekam perilaku agresi badak terhadap satwa lain.

“Video ini telah berjasa sebagai alat yang memberikan bukti penting betapa mendesaknya upaya untuk menyelamatkan spesies ini,” ujar Agus Priambudi, M.Sc, Kepala Balai TN. Ujung Kulon.

“ Sangat penting bagi kami untuk bisa memperlihatkan kondisi nyata badak Jawa kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk meningkatkan kebanggaan dan kesadaran; sehingga meningkatkan dukungan mereka untuk konservasi satwa ini.:

Pertemuan para ahli badak dari seluruh dunia telah terselenggara minggu ini (2-3 Maret 2009) di Bogor, dengan tuan rumah IUCN Asian Rhino Specialist Group (AsRGS) untuk membahas rencana dan perkembangan kemajuan konservasi badak Indonesia.

“ Keberlanjutan perlindungan di Ujung Kulon sangat penting, namun kita harus membuat rencana ke depan. Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi lokasi yang cocok dan aman dimana populasi kedua dapat ditempatkan,” kata Dr. Susie Ellis, Direktur Eksekutif International Rhino Foundation (IRF).

“Ini akan membantu semua satwa yang terancam yang tinggal di satu tempat, yang sangat beresiko oleh bahaya yang mungkin muncul seperti penyakit, letusan dari gunung berapi dan bahaya yang mengancam lainnya.

Untuk melindungi populasi badak Jawa dari kepunahan, Pemerintah Indonesia mengeluarkan strategi konservasi badak tahun 2007 lalu bernama Proyek Abad Badak, bekerja sama dengan WWF, IRF, Asian Rhino Project, Yayasan Badak Indonesia (YABI) dan US Fish & Wildlife Servise, untuk mengembangkan populasi badak Jawa tambahan melalui translokasi beberapa individu dari Ujung Kulon ke daerah yang sesuai.

WWF-Indonesia dan TN.Ujung Kulon pertama kali memasang 4 unit video kamera tahun 2007. Kemudian menambah 30 unit video kamera baru pada bulan Desember 2008 lalu untuk mempelajari lebih dalam distribusi dan perilaku badak Jawa yang hidup didalam hutan Ujung Kulon. Video kamera baru ini merupakan donasi dari WWF-AREAS Programme, International Rhino Foundation (IRF) dan Asian Rhino Project (ARP).

Badak Jawa adalah badak yang paling langka dari lima jenis badak yang ada di dunia dan paling terancam punah. Jumlah populasinya diperkirakan kurang dari 50 individu di TN. Ujung Kulon. WWF telah mengidentifikasi sekitar 37 individu badak di Ujung Kulon menggunakan kamera jebak, bagian terpenting dari penelitian badak ini.

• Video kamera yang membuat badak ini dapat disaksikan oleh dunia didesain oleh Pic Controler Inc. http://www.rhinocare.info

 


ujung kulon tour, ujung kulon adventure, ujung kulon ecotourism, ujung kulon, tour,, krakatau, trekking

 

ujung kulon tour, ujung kulon adventure, tour, ujung kulon trekking, peucang island, krakatau

 

Copyright 2008© ujungkulonecotourism.com, All Rights Reserved