|
Javan Rhino
Hanya tersisa kurang dari 60
individu badak jawa di dunia dan badak-badak tersebut kini memberikan sedikit
rahasia kisah hidup mereka dari dalam rimba, sebagaimana para ahli konservasi
telah meluncurkan proyek pertama untuk memasang video kamera melewati titik-titik
lintasan badak jawa di Indonesia.
WWF-Indonesia Program Konservasi
Badak Jawa dan Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) telah menyelesaikan
pemasangan 34 unit video kamera ‘jebak’ di 34 blok di sekitar area Ujung Kulon
bagian selatan.Pemasangan video kamera ini
semakin mengembangkan pengetahuan ilmiah tentang badak jawa, satwa mamalia
besar yang paling terancam di dunia yang hanya menyisakan 60 individu di Indonesia dan Vietnam
Sejauh ini video kamera telah
merekam individu jantan dan betina badak jawa yang berada di kubangan yang
sama, memperlihatkan bahwa kedua individu badak yang berbeda jenis kelamin ini
saling berbagi tempat hidup, sebuah fakta yang tidak diketahui sebelumnya oleh
para peneliti hingga memperoleh temuan klip tersebut.Tidak hanya itu, rekaman tersebut
juga menunjukan perilaku badak selama di kubangan yang tidak pernah disaksikan
siapapun sebelumnya karena satwa ini sangat pemalu.
“Kami telah merekam video sembilan
individu badak, termasuk induk dan anak, sehingga proyek ini sangat membantu
penelitian satwa yang sedang dalam bahaya ini, “ kata Adhi Rachmat Hariyadi,
Project Leader Program Konservasi Badak Jawa di TN. Ujung Kulon.
“ Namun kami tetap prihatin karena
belum menemukan lagi jejak anak badak yang baru lahir untuk beberapa tahun
kebelakang ini dan khawatir populasi saat ini mungkin bergantung pada dua atau
tiga betina yang terekam sedang bersama anak badak setiap 4 atau 5 tahun
sekali.Dari dua populasi badak Jawa yang
tersisa, populasi badak Jawa di TN. Ujung Kulon, Indonesia memiliki kesempatan
bertahan hidup yang lebih baik, terbukti hanya populasi tersebut yang
menunjukkan perkembangbiakan.Namun populasi yang sehat harus
memiliki catatan kelahiran beberapa individu baru setiap tahunnya. Dan belum
pernah terbukti adanya tanda-tanda perkembangbiakan badak Jawa di Taman
Nasional Cat Tien di Vietnam.
Terdapat sekitar lima puluh individu badak yang diperkirakan
hidup di TN. Ujung Kulon. Video kamera jebak telah dipasang di lokasi-lokasi
dimana diperkirakan badak akan beraktivitas seperti sekitar daerah kubangan.Dalam satu rekaman video terlihat
seekor badak mengambil alih kubangan lumpur babi hutan lalu mengejarnya,
merupakan video pertama yang merekam perilaku agresi badak terhadap satwa lain.
“Video ini telah berjasa sebagai
alat yang memberikan bukti penting betapa mendesaknya upaya untuk menyelamatkan
spesies ini,” ujar Agus Priambudi, M.Sc, Kepala Balai TN. Ujung Kulon.
“ Sangat penting bagi kami untuk
bisa memperlihatkan kondisi nyata badak Jawa kepada pemerintah daerah dan
pemerintah pusat untuk meningkatkan kebanggaan dan kesadaran; sehingga
meningkatkan dukungan mereka untuk konservasi satwa ini.:
Pertemuan para ahli badak dari
seluruh dunia telah terselenggara minggu ini (2-3 Maret 2009) di Bogor, dengan
tuan rumah IUCN Asian Rhino Specialist Group (AsRGS) untuk membahas rencana dan
perkembangan kemajuan konservasi badak Indonesia.
“ Keberlanjutan perlindungan di
Ujung Kulon sangat penting, namun kita harus membuat rencana ke depan. Langkah
selanjutnya adalah mengidentifikasi lokasi yang cocok dan aman dimana populasi
kedua dapat ditempatkan,” kata Dr. Susie Ellis, Direktur Eksekutif
International Rhino Foundation (IRF).
“Ini akan membantu semua satwa
yang terancam yang tinggal di satu tempat, yang sangat beresiko oleh bahaya
yang mungkin muncul seperti penyakit, letusan dari gunung berapi dan bahaya
yang mengancam lainnya.
Untuk melindungi populasi badak
Jawa dari kepunahan, Pemerintah Indonesia mengeluarkan strategi konservasi
badak tahun 2007 lalu bernama Proyek Abad Badak, bekerja sama dengan WWF, IRF,
Asian Rhino Project, Yayasan Badak Indonesia (YABI) dan US Fish & Wildlife
Servise, untuk mengembangkan populasi badak Jawa tambahan melalui translokasi
beberapa individu dari Ujung Kulon ke daerah yang sesuai.
WWF-Indonesia dan TN.Ujung Kulon
pertama kali memasang 4 unit video kamera tahun 2007. Kemudian menambah 30 unit
video kamera baru pada bulan Desember 2008 lalu untuk mempelajari lebih dalam
distribusi dan perilaku badak Jawa yang hidup didalam hutan Ujung Kulon. Video
kamera baru ini merupakan donasi dari WWF-AREAS Programme, International Rhino
Foundation (IRF) dan Asian Rhino Project (ARP).
Badak Jawa adalah badak yang
paling langka dari lima jenis badak yang ada di dunia dan paling terancam punah. Jumlah populasinya
diperkirakan kurang dari 50 individu di TN. Ujung Kulon. WWF telah
mengidentifikasi sekitar 37 individu badak di Ujung Kulon menggunakan kamera
jebak, bagian terpenting dari penelitian badak ini.
• Video kamera yang membuat badak
ini dapat disaksikan oleh dunia didesain oleh Pic Controler Inc. http://www.rhinocare.info

|